Jumat, 21 November 2014

surat permohonan


KOP SURAT


Nomor    :  01/PMH/C/DNST/QAF/II/`14
Lamp.     :  -
H a l        :  PERMOHONAN

Kepada yang terhormat,
.........................................
Di,-
        Tempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Rahmat dan Ridlo Allah SWT, semoga senantiasa menyertai setiap langkah kita, Amin.

Sehubungan dengan dilaksanakanya acara .............................................................. yang merupakan bagian dari agenda ............................................................................. yang akan dilaksanakan pada:
                    Hari                 :..................................
                    Tanggal           : ................................
                    Waktu             :.................................
                    Tempat           : .................................

Kami panitia ..................................... memohon kepada Bapak,Ibu,saudara/i untuk ..................................................................................., untuk mensukseskan acara tersebut..
Demikian surat Permohonan ini kami susun tanpa mengurangi rasa hormat dan ta’dzim kami, atas perhatian dan kesediaan Bapak,kami sampaikan JAZA KUMULLOH AHSANAL JAZA’.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.  
           
............, ......................2014
Panitia .............................


                        ..................................                                                                    ................................
                                Koordinator                                                                                    sekretaris 
Mengetahui




.............................
Pemb. ..................


Rabu, 12 November 2014

masyarakat pedesaan, perkotaan dan urbanisasi

MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN

1.       Pengertian
a.       Masyarakat pedesan
Adalah masyarakat yang hidup di desa.di dalam masyarakat pedesaan kebayakan perkembangan teknologinya lambat, bahkan kadang tidak di hiraukan oleh mereka, Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yagn amat kuat yang hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebgai masyarakat yang saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.
b.      Masyarakat perkotaan
Adalah masyarakat yang kebanyakat hidupnya di daerah kota.masyarakat kota lebih cenderung mengambangkangkan teknologi mereka di bandingkan masyarakat pedesaan, masyarakat perkotaan juga biasa di sebut Urban Community, karena kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang berurbanisasi dari daerah pedesaan. Masyarakat perkotaan juga biasa cenderung bergaya hidup mahal, karena persaingan di daerah perkotaan sangat ketat.
2.       Ciri-ciri masyarakat pedesaan dan perkotaan
a.       Masyarakat pedesaan
Adapun cirri-ciri masyarakat pedesaan adalah:
1.       Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
2.       Sebagian masyarakat pedesaan hidup dari pertanian dan perkebunan.
3.       Masyarakatnya bersifat homogen, seperti dalam hal mata pencaharian, agama, adapt istiadat, dan sebagainya.
4.       Bergaya hidup sederhana, karena warganya sulit menerima hal-hal baru seperti perkembangan teknologi.
5.       Menjunjung tinggi norma-norma yang ada di daerahnya.
6.       Memiliki sifat kekeluargaan yang sangat tinggi.
7.       Memiliki sifat Saling mempercayai, tolong menolong, dan menghargai
8.       Religious dan demokratis.
b.      Masyarakat perkotaan
Adapun ciri-ciri masyarakat perkotaan yaitu sebagai berikut:
1.       Di dalam maasyarakat perkotaan di antar warga-warganya cenderung memiliki ikatan/keakraban yang sangat kecil,dalam artian mereka itu saling acuh tak acuh kepada warga yang lain
2.       Kehidupan keagamaan lebih kecil dari pada warga pedesaan.
3.       Bergaya hidup mahal atau modern.
4.       orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
5.       Interaksi yang terjadi di antara warga-warganya lebih banyak terjadi karena berdasarkan factor kepentingan bukan factor pribadi.
6.       pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
7.       perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.
8.       Sering berlibur ke suatu tempat jika hari libur kerja.
9.       Pembagian wktu yang tepat sangat di perluka.


3.       Perbedaan masyarakat kota dengan pedesaan

Kota dan desa merupakan tempat suatu kesatuan penduduk. Kota dan desa memilikiperbedaan yang sangat significant. Yang membuat kota berbeda dengan desa menurut sayaadalah karena perbedaan pola fikir dan sudut pandang yang dianut penduduknya itusendiri. Ada beberapa perbedaan antara kota dan desa diantaranya:
a.        Jumlah penduduk
Angka urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota) biasanya setiap tahunmeningkat. Hal ini dikarenakan setiap tahun biasanya orang yang mudik pastimembawa saudaranya yang lain ikut kerja di kota untuk merubah nasib denganharapan dapat membiayai saudara-saudara di desa. Hal ini pulalah yang menyebabkanperbedaan jumlah penduduk yang sangat significant. Kota-kota besar penuh denganorang-orang desa yang melakukan urbanisasi dengan harapan dapat merubah hidup.Sedangkan didesa yang tinggal hanya petani-petani yang memiliki lading untuk di olah.Jadi jika kehidupan di kota yang memiliki banyak penduduk ramai berbeda dengandidesa yang ramai jika sanak saudara yang lain pulang mudik.
b.       mata pencaharian
Pada umumnya masyarakat desa bermata pencaharian petani sedangkan di daerah kota kebanyakan bekerja di perkantoran atau menjadi buruh pabrik.
c.       Nilai budaya
Nilai budaya masyarakat pedesaan lebih kental dari pada masyarakat perkotaan, hal ini terjadi karena penduduk desa labih sulit menerima hal-yhal yang baru, dan menjadikan kebudayaan asing jarang masuk, sedangkan di daerah perkotaan kebudayaan asing malah berkambang lebih pesat di bandingkan kebudayaan local.
d.      Nilai sosial penduduk
Biasanya nilai sosial masyarakat desa lebih tinggi dari pada masyarakat kota karena masyarakat desa cenderung saling bergotong royong dalam membantu tetangga sekitar dan biasanya masyarakat pedesaan menghabiskan waktu senggangya dengan melakuakan kegiatan bersama tetangga lainya.
e.      Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam,
Masyarakat perdesaan berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnyadi daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas” dari realitas alam.
    Sebenarnya unsur-unsur yang melatarbelakangi perbedaan di antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan adalah sifat dan gaya hidup merka sendiri yang kebanyakan semuanya berbanding terbalik, antara yang satu dengan yang lainnya.


URBANISASI
1.       Pengertian
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua, terutama yang hidup di daerah perkotaan. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan.
2.       Factor penyebab urbanisasi
Faktor daya tarik (Pull Faktors)
Lapangan pekerjaan di kota lebih beragam, Fasilitas sosial di kota lebi memadahi, Kota berpotensi sebagai sebagai tempat pemasaran, Tingkat upah di kota tinggi, Kota merupakan tempat yang lebih menguntungkan untuk mengembangkan jiwa dan pengetahuan
Faktor pendorong (Push Factor)
Menyempitnya lapangan pekerjaan di sector pertanian, Pemilihan lahan pertanian semakin sulit dan sempit, Alasan pendidikan, Kurangnya fasilitas social, Tingkat upah relative rendah, Tekanan adat-istiadat.
3.       Upaya pemerintah dalam menanggulang urbanisasi
a.       melakukan perencanaan ketenagakerjaan.
b.      memberikan program pelatihan dan kewirausahaan kepada masyarakat pedesaan. Kegiatan tersebut dapat menumbuhkan dan mengembangkan investasi di daerah.
c.       Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan memperketat regulasi supaya pendatang tidak mudah datang. Caranya adalah dengan menggelar operasi yustisia.
d.      meningkatan aspek pendidikan di desa, karena dapat dilakukan dengan menggalakkan pendidikan menengah yang bersifat kejuruan.






Minggu, 02 November 2014

INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT



A.    Pengertian
1.   Individu
Individu berasal dari bahasa latin,”INDIVIDUUM” yang berarti tidak terbagi.individu merupakan unit terkecil dari keluarga dan satuan terkecil dari makhluk hidup.
Kata Individu menurut Dr. A. Lysen bukan berarti sebagai suatu keseluruhan yang tak terbagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan.
Individu bukan hanya memiliki peranan penting dalam keluarga,masyarakat ataupun lingkungan social lainya,melainkan juga memiliki kepribadian yang khas,pola tingkah laku yang berbeda-beda dan karakteristik yang berbeda pula, karna setiap individu itu pasti memiliki keunggulan, kelemahan, dan keunikan tersendiri.Jadi setiap individu itu berbeda-beda satu dengan yang lainya.
2.   Keluarga
Keluarga adalah suatu institusi atau susunan orang-orang yang di satukan oleh ikatan-ikatan tertentu, seperti perkawinan yaitu antara suami dan istri, darah atau keturunan yaitu ayah,ibu,putra atau putri, nenek ,kakek  dan yang lainya,ada juga yang mengatakan keluarga itu di satukan oleh keyakinan seperti agama islam,semua orang islam tahu bahwa mereka adalah satu kelurga.
Keluarga berasal dari bahasa sansekerta, yaitu “kula” dan “warga” yang berarti anggota,kelompok kerabat. Menurut Ki Hajar Dewantara, keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensil, enak, dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul, atau terdiri dari dua orang atau lebih yang terikat oleh hubungan darah atau perkawinan dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Dari semua pengertian keluarga di atas dapat di simpulkan bahwa keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari 2 orang atau lebih yang tinggal dalam satu rumah, yang disatukan oleh hubungan darah (keturunan), perkawinan atau suatu institusi tertentu yang berinteraksi dan  bekerja sama untuk meneguhkan gabungan tersebut,yang mana keluarga ini di pimpin oleh seorang kepala keluarga dan setiap individu memiliki peranan penting di dalamnya.
3.   Masyarakat
Secara umum Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang hidup bersama dan saling mempengaruhi serta bekerja sama untuk memperoleh keuntungan bersama.
bahasa inggris, masyarakat disebut society. Asal kata socius yang berarti kawan. Adapun kata masyarakat berasal dari bahasa arab yang berarti berkumpul dan bekerja sama.

Ø  Pengertian Masyarakat Menurut para ahli:
1.    Menurut Peter L. Berger, masyarakat adalah suatu keseluruhan yang kompleks diantara hubungan manusia yang sifatnya luas.
2.    Menurut Karl Marx, masyarakat adalah seluruh hubungan ekonomis baik konsumsi maupun produksi dan berasal dari kekuatan-kekuatan produksi ekonomis yakni teknik dan karya.
3.    Menurut J.L. Gillin dan J.P. Gillin,masyarakat sebagai sekelompok manusia yang memiliki kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang di ikat oleh kesamaan.
4.    Menurut Harold J. Razki.masyarakat sebagai suatu kelompok manusia yang hidup bekerjasama untuk mencapai keinginan bersama.
5.    Menurut Robert Maciver, masyarakat sebagai suatu sistim hubungan-hubungan yang di tertibkan
6.   Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suatu kenyataan objektif pribadi-pribadi  yang merupakan anggotanya.
7.   Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok atau kumpulan manusia tersebut.
Dari pengertian-pengertian di aas dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah sekumpulan individu atau keluarga yang banyak yangtinggal dalam suatu wilayah yang luasdan dalam waktu yang cukup lama, yang terikat oleh suatu adat, hukum, social, dan ekonomi. dan hidup secara berdampingandan saling bekerja sama untuk memenuhi kesejahteraan masing-masing individu.
B.     Fungsi keluarga
1.   Fungsi pendidikan
2.   Fungsi biologis
3.   Fungsi psikologis
4.   Fungsi sosiologis
5.   Funsi ekonomis
6.   Fungsi rekreatif
7.   Fungsi keagamaan
8.   Fungsi perlindungan

1.      Fungsi pendidikan
Dalam hal ini keluarga bertugas menyekolahkan anak untuk member pengetahuan, keterampilan, dan membentuk perilaku anak sesuai bakat dan minat yang dimilikinya agar bisa mempersiapkan mereka untuk kehidupan dewasa yang akan dijalaninya.


2.      Fungsi biologis
Dalam hal ini keluarga bertugas untuk mempersiakan anak-anaknya dalam perkawinan,karena dengan adanya perkawinan akan menghasilkan keturunan sebagai generasi penerus.
Adapun persiapan perkawinan diantaranya: pengetahuan tentang sex bagi suami istri,pengetahuan untuk mengatur rumah tangga bagi sang istri,tugas dan kewajiban suami, kemudian memelihara pendidikan bagi anak dan lain-lain.
3.      Fungsi psikologis
Dalam hal ini keluarga bertugas untuk memberikan kasih saying dan rasa aman bagi anggotanya, memberikan identitas anggota keluarga,menjaga perasan sesame keluarga agar tidak terjadi perkelahian, perseturuan, ataupun perpecahan diantara anggota-anggotanya.
4.      Fungsi sosiologis
Dalam hal ini keluarga bertugas untuk membina anak-anaknya untuk mempersiapkan kehidupan mereka dalam masyarakat sosial,  serta mempelajari nilai-nilai dan peranan-peranan dalam masyarakat. Dengan fungsi ini juga diharap kan agar anak-anaknya meneruskan nilai-nilai budaya keluarga yang di wariskan dari orang-orang tua terdahulu.
5.      Fungsi ekonomis
Dalam hal ini keluarga bertugas untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti kebutuhan makan dan minum,kebutuhan pakaian dan tempat tinggal, dengan cara mencari sumber-sumber penghasilan,mengatur penggunan penghasilan tersebut. Dan juga mempersiapkan kebutuhan untuk masa yang akan datang, seperti pendidikan anak, jaminan hari tua dan lain-lain.
6.      Fungsi rekreatif
Dalam hal ini tugas keluaraga adalah memenuhi kebutuhan rohani anggotanya, bukan berarti harus selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang terpenting adalah menjadikan suasana agar tetap menyenangkan dalam keluarga, misalnya nonton tv bersama, makan bersama, saling bercerita tentang pangalaman masing-masing dsb.
7.      Fungsi kaegamaan
Dalam hal ini tugas keluarga adalah untuk memperkanalkan dan mengarahkan anggotanya pada agama atau keyakinan yang di anut oleh keluarga tersebut, dan mananamkan keyakinan tersebut karena untuk mempersiapkan kehidupan setelah kehidupan di dunia.
8.      Fungsi perlindungan
Dalam hal ini keluarga bertugas agar anggotanya terlindung dari segala sesuatu yang dapat membahayakan keamanan dan kenyamanan mereka, seperti melindungi dari penyakit, menyediakan rumah,mamberi pagar dan lain-lain


C.    Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Individu
Pertumbuhan adalah proses bertambahnya sel-sel tubuh suatu organisme yang disertai pertambahan ukuran,berat, serta tinggi yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali pada keadaan semula). Pertumbuhan lebih bersifat kuantitatif, dimana suatu organisme yang dulunya kecil menjadi lebih besar seiring dengan pertambahan waktu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu:
1          1.   Faktor biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan, kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.
contoh kasusnya yaitu:
 ketika seseorang memiliki tubuh yanh utuh,suatu saat mengalami kecelakaan dan salah satu anggota tubuh nya mengalami kerusakan sperti patah kaki, matanya buta atau yang lainya, pasti setelah itu akan terjadi perubahan yang signifikan pada orang tersebut, entah itu perubahan sifat atau perubahan perilaku.
2.      Faktor  geografis
Factor geografis sangat mempengaruhi kelangsungan hidup suatu individu,karena setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya.sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan tentunya menghasilkan individu yang berkepribadian baik pula.Tetapi sebaliknya jika lingkungan fisik tidak baik maka akan akan menimbulkan keadaan yang tidak baik juga.
Faktor geografis dapat berupa hubungan sosial antar individu atau berupa keadaan fisik  suatu lingkungan, seperti contoh di pemukiman kumuh,maka akan lebih banyak yang terkena penyakit dari pada di pemukiman yang elit.
Contoh kasusnya  yaitu:
Nadila adalah seorang remaja yang bermoral, tidak suka melarang peraturan, berbadan sehat, dan tidak gampang terkena penyakit, suatu saat dia berpindah tempat ketempat yang kubuh dan kurang baik, setelah beberapa lama dia sering terkena penyakit dan akibat pergaulan yang tidak baik dia menjadi pribadi yang selalu melanggar peraturan.
3.      Factor kebudayaan khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.
Contoh kasusnya yaitu:
Haikal adalah seorang pemuda yang sederhana dan selalu bangun jam 6 pagi, kemudian dia masuk ke suatu ponpes, dan ternyata di situ harus selalu bangun jam 4 pagidan setelah itu harus mengaji, maka mau nggak mau haikal harus mengikuti kebudayaan tersebut.
D.    Hubungan antara Individu, Keluarga, dan Masyarakat
Individu, keluarga, dan masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa di pisahkan karena ketiganya mempunyai keterkaitan yang sangat erat.keluarga dan masyarakat tidak pernah akan ada jika tidak ada individu, sementara itu, seorang individu tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa adanya individu yang lain. dan beberapa individu tidak akan saling berhubungan tanpa adanya ikatan seperti keluarga dan masyarakat.selain itu, Individu juga membutuhkan membutuhkan keluarga dan masyarakat untuk mengekspresikan aspek sosialnya.
Soerang individu pertama kali muncul ke dunia di lingkungan keluarga, dan individu tidak akan mungkin memenuhi kebutuhannya tanpa adanya keluarga karena individu yang baru lahir tidak bisa apa-apa, di dalam keluargalah individu mengembangkan kepribadiannya dan belajar untuk bersosialisaasi dengan individu yang lain. Kemudian setelah dewasa seorang individu tidak mungkin hidup hanya dalam satu keluarga, pastinya akan bermasyarakat dengan keluarga yang lain. Setiap keluarga harus bisa menciptakan individu yang baik,bermoral, dan saling memahami agar ikatan persaudaraan dapat terjalin dengan baik, dan agar individu tadi bisa menjalin hubungan dengan masyarakat seperti halnya menjalin hubungan dengan keluarga.
Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.
hubungan individu dengan masyarakat adalah tahap selanjutnya dari seseorang yang telah mempelajari cara berinteraksi yang telah diajarkan dalam keluarga. Dalam hal ini, individu memasuki suatu ruang lingkup yang sangat luas karena terdapat individu yang berbeda dan berasal dari berbagai daerah/komunitas. Masyarakat itu bersifat makro. Sifat makro diperoleh dari kenyataan, bahwa masyarakat pada hakiaktnya terdiri dari sekian banyak komunias yang berbeda, sekaligus mencakup berbagai macam keluarga, lembaga dan individu – individu.





Referansi:
 -          Wahyu, Ramdani, M.Ag.,M.Si. ISD (Ilmu Sosial Dasar). Pustaka Setia. Bandung : 2007
 -          Ebook gunadarma